MATARAM — Ratusan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Nusa Tenggara Barat (NTB) lumpuh sementara. Dari total lebih dari 800 SPPG yang tersebar di provinsi ini, sebanyak 195 unit tidak beroperasi karena dana operasional pekan ini belum juga masuk ke kas masing-masing.
Kepala Koordinator Wilayah BGN NTB, Eko Prasetyo, mengatakan pihaknya sudah melaporkan seluruh data keterlambatan ini ke pusat. “Minggu lalu penarikan data dari sistem, kemudian dicairkan di hari Jumat, kemudian kami monitoring lagi, karena memang ada yang belum pencairan, kita sudah laporkan semua,” ujarnya, Senin (8/6/2026).
Data yang dihimpun menunjukkan penyebaran SPPG yang terdampak cukup merata. Rinciannya, Kota Mataram (8 SPPG), Lombok Barat (30 SPPG), Lombok Timur (44 SPPG), Lombok Tengah (42 SPPG), Lombok Utara (14 SPPG), Kota Bima (6 SPPG), Kabupaten Bima (40 SPPG), Dompu (4 SPPG), Sumbawa (2 SPPG), dan Kabupaten Sumbawa Barat (5 SPPG).
Eko menegaskan bahwa SPPG yang belum menerima dana tidak diperkenankan beroperasi dengan sistem talangan atau pembayaran tempo. “Tidak boleh ditalangi atau menggunakan pembayaran tempo. Aturannya memang tidak diperkenankan,” tegasnya. Kebijakan ini membuat sejumlah dapur MBG terpaksa tutup sementara, dan siswa yang seharusnya mendapat jatah makanan gratis pada hari itu tidak mendapatkan layanan.
Sayangnya, Eko menambahkan bahwa pemberian MBG yang terlewat tidak bisa dirapel setelah dana cair. “Kalau sudah lewat, tidak bisa dirapel untuk menutupi kebutuhan sebelumnya,” katanya.
Ketua Satgas MBG NTB, Dr. H. Fathul Gani, M.Si., menyebutkan bahwa BGN saat ini mulai memproses pencairan dana secara bertahap. Ia menilai penghentian operasional ini adalah hal yang wajar di masa transisi, terutama setelah adanya persoalan hukum yang melibatkan pimpinan BGN sebelumnya. “Karena itu BGN melakukan evaluasi secara menyeluruh,” ujar pria yang juga menjabat Asisten I Setda NTB ini.
Menurut Fathul, proses evaluasi diperkirakan rampung dalam waktu sekitar satu pekan. Seiring dengan itu, dana operasional mulai masuk ke rekening SPPG sejak Jumat pekan lalu. “Insya Allah pendanaan sudah mulai terisi atau cair di masing-masing SPPG. Prosesnya terus kami monitor hingga hari ini,” tutupnya.
Sementara itu, permasalahan teknis lain seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di sejumlah SPPG dilaporkan sudah selesai ditangani. Hingga kini, total ada 31 dapur MBG yang masih ditutup sementara karena menunggu hasil pendataan lebih lanjut.