JAKARTA — Rapat koordinasi antara pemerintah, Bank Indonesia (BI), dan DPR menghasilkan dua langkah konkret untuk menjaga pergerakan nilai tukar rupiah. Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyebut forum ini sebagai wadah evaluasi dan penguatan sinergi antara otoritas fiskal dan moneter.
Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan, strategi pertama adalah meningkatkan daya tarik imbal hasil instrumen surat utang. Langkah ini mencakup Surat Berharga Negara (SBN) dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) untuk mendorong arus modal asing masuk (capital inflow).
“Fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil supaya inflow ini kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” jelas Perry dalam konferensi pers usai rapat.
Strategi kedua, otoritas sepakat menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan perbankan. BI akan mengelola kas pemerintah dengan memberikan bunga yang lebih tinggi kepada pemerintah.
Sebelumnya, pada 13 Mei lalu, BI telah menaikkan suku bunga SRBI tenor 6, 9, dan 12 bulan masing-masing menjadi 6,21 persen, 6,31 persen, dan 6,45 persen. Sementara itu, Kementerian Keuangan mencatat imbal hasil SBN stabil di angka 6,67 persen untuk denominasi rupiah dan 5,42 persen untuk denominasi dolar AS pada awal Juni.
Data Kementerian Keuangan menunjukkan, strategi ini telah mendorong arus modal asing bersih (net inflow) ke Indonesia. SRBI mencatat net inflow sebesar Rp99,9 triliun sejak awal tahun hingga 3 Juni 2026. SBN mencatat net outflow Rp10,8 triliun pada periode yang sama, namun berhasil membukukan net inflow Rp70,1 triliun sejak 1 April hingga 3 Juni 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya koordinasi erat antara kebijakan fiskal dan moneter. Menurutnya, sinergi penuh akan mengembalikan kepercayaan pasar terhadap nilai rupiah.
“Tentunya kalau kebijakannya sudah menyatu seperti itu, sinergi penuh, itu harusnya akan mengembalikan kepercayaan pasar ke nilai rupiah,” ujar Purbaya.
Perry Warjiyo menambahkan, kedua otoritas akan terus memperkuat koordinasi sesuai dinamika global dan domestik. “Dua hal itu yang kami lakukan. Kami sepakat ini akan terus kita lakukan penguatan koordinasi, yang sudah kuat selama ini, sekarang diperkuat,” pungkasnya.