BIMA — Kobaran api melalap pemukiman warga di Desa Lido, Kecamatan Belo, pada Sabtu (16/5/2026) sekitar pukul 03.00 Wita. Lima unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan dan baru berhasil menjinakkan si jago merah enam jam kemudian.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bima, Ruslan, mengatakan pihaknya menerima laporan dari warga melalui call center pukul 03.15 Wita. "Ada lima mobil damkar yang diterjunkan ke lokasi. Kobaran api dapat dipadamkan sekitar pukul 06.30 Wita oleh petugas dan dibantu warga," katanya.
Data dari Damkarmat mencatat total 17 bangunan ludes terbakar, terdiri dari 15 rumah panggung, satu rumah setengah permanen, dan satu gudang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.
"Tak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Ruslan. Kerugian material sementara ditaksir mencapai Rp 500 juta.
Kapolres Bima, Muhammad Anton Bhayangkara Gaisar, membenarkan bahwa pihaknya tengah menyelidiki kasus ini secara intensif. "Ya, sedang diselidiki dan didalami," ucapnya kepada detikBali.
Tim Inafis Satreskrim Polres Bima telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), termasuk pemotretan, pembuatan sketsa, dan pemasangan garis polisi. Sejumlah saksi di sekitar lokasi juga telah dimintai keterangan.
Dari keterangan para saksi, sementara ini kebakaran diduga kuat mengandung unsur kesengajaan. "Untuk pendalaman lebih lanjut, kami sudah berkoordinasi dengan Tim Laboratorium dan Forensik (Labfor) Polda Bali," tandas Anton.
Peristiwa berawal dari aksi seorang pria berinisial H (38) yang diduga mengalami gangguan kejiwaan atau stres berat. Sebelum kebakaran, H terlibat cekcok dan nekat membakar adiknya sendiri di dalam rumah.
Meski sang adik berhasil menyelamatkan diri, api dengan cepat membesar dan merambat ke rumah-rumah warga di sekitarnya. Saat kebakaran terjadi, sejumlah warga yang rumahnya terbakar sempat meluapkan kekecewaan dengan membakar sepeda motor milik H. Aksi itu berhasil dicegah oleh warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas Lido.