Brain Academy Mataram Padukan Metode Belajar Tatap Muka dengan Aplikasi Ruangguru untuk Efektivitas Pembelajaran

Penulis: Nasrul Hidayat  •  Sabtu, 16 Mei 2026 | 11:51:54 WIB
Brain Academy Mataram mengintegrasikan pembelajaran tatap muka dengan aplikasi Ruangguru untuk meningkatkan efektivitas belajar.

MATARAM — Sejak membuka cabang di Lombok pada 2019, Brain Academy menerapkan sistem pembelajaran yang membedakannya dari kursus lain. Lembaga ini mengombinasikan metode belajar konvensional di kelas dengan kecanggihan aplikasi Ruangguru.

Branch Manager Brain Academy Mataram, Dani Sudarmansyah, menjelaskan bahwa penggabungan ini bertujuan mengefektifkan waktu belajar. “Kalau biasanya setiap masuk kelas setiap guru harus menuliskan bahan ajar di papan tulis. Melalui aplikasi Ruangguru, setiap siswa sudah bisa mengakses materi langsung sehingga waktu pembelajaran lebih efektif,” ujarnya kepada NTBSatu, Jumat (8/5/2026).

Dani menambahkan, aplikasi tersebut juga menyediakan materi dengan pembahasan yang lebih luas. Siswa dapat mempelajari topik yang bahkan belum diajarkan di dalam kelas, dan bisa mengaksesnya dari mana saja dan kapan saja.

Interaksi Kelas Tetap Jadi Prioritas

Meski materi utama sudah tersedia penuh di aplikasi, proses belajar tatap muka tidak dihilangkan. Setiap sesi pembelajaran tetap diisi dengan diskusi, tanya jawab, dan pembahasan materi. Cara ini dinilai mampu melatih siswa untuk menyampaikan pendapat dan berdiskusi secara aktif.

Klinik PR: Kelas Tambahan untuk Menyerap Materi

Brain Academy juga menyediakan sistem kelas tambahan bernama Klinik PR untuk memaksimalkan pemahaman siswa. Layanan ini bisa diakses di luar jadwal reguler. “Siswa dapat mengajukan pertemuan dengan guru melalui aplikasi dan nanti kami carikan jadwal yang tepat,” jelas Dani.

Dalam sesi Klinik PR, siswa bisa dibantu mengerjakan pekerjaan rumah dari sekolah, belajar materi yang tertinggal, hingga persiapan ulangan atau ujian.

Jembatan Komunikasi Siswa dan Orang Tua

Brain Academy juga membuka ruang konsultasi bagi siswa yang ingin mendiskusikan rencana pendidikan ke jenjang selanjutnya. Orang tua pun dilibatkan dalam proses ini. “Kami sering kali menjadi mediasi diskusi siswa dengan orang tua terkait target dan rencana pendidikan siswa ke depannya,” ujar Dani.

Pendekatan ini diharapkan membuat siswa lebih terbuka kepada orang tua, dan sebaliknya, orang tua bisa menyampaikan harapan mereka dengan lebih jelas.

Dengan sistem hybrid yang memadukan teknologi Ruangguru, pengemasan belajar di kelas, dan konsultasi pendidikan, Brain Academy mengklaim telah melahirkan siswa-siswi yang lulus di berbagai perguruan tinggi favorit di Indonesia.

“Investasi terbaik adalah pendidikan. Bagi orang tua yang ingin memaksimalkan pendidikan anaknya, baiknya jangan menunda-nunda untuk memberikan investasi pendidikan yang lebih luas,” tutup Dani.

Reporter: Nasrul Hidayat
Sumber: ntbsatu.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top