Pengusaha Muda NTB Pilih Sektor Riil daripada Pasar Modal, Dinilai Lebih Buka Lapangan Kerja Baru

Penulis: Khoirul Anwar  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 20:40:00 WIB
Pengusaha muda NTB memilih sektor riil sebagai solusi membuka lapangan kerja baru.

MATARAM — Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) NTB, Lalu Fatahillah, menilai sektor usaha riil memberikan manfaat yang lebih konkret bagi perekonomian daerah dibandingkan investasi di pasar modal. Menurutnya, di tengah masih tingginya angka pengangguran muda, membuka bisnis baru menjadi solusi yang lebih efektif.

Usaha Baru Bisa Rekrut Tenaga Kerja Berulang Kali

Fatahillah menjelaskan, ketika sebuah usaha baru tumbuh, dampaknya tidak berhenti pada pemiliknya saja. Perusahaan yang berkembang akan terus melakukan perekrutan, sehingga menciptakan efek berganda bagi perputaran uang di masyarakat.

“Kalau perusahaan baru berkembang, otomatis dia akan merekrut lagi, merekrut lagi. Perputaran ekonomi juga akan semakin besar,” ujarnya dalam keterangan yang diterima di Mataram, baru-baru ini.

Tanggung Jawab Moral Pengusaha untuk Menularkan Ilmu

Selain membuka lapangan kerja, pengusaha properti ini menekankan pentingnya tanggung jawab sosial untuk menyebarkan semangat kewirausahaan. Menurutnya, edukasi tentang dunia usaha perlu terus digalakkan agar masyarakat tidak ragu menjadi seorang entrepreneur.

“Kita sebagai pengusaha punya tanggung jawab moral dan sosial untuk menyebarkan ilmu entrepreneur agar masyarakat terbuka wawasannya,” tegasnya.

Dampak Ekonomi Lebih Terlihat di Sektor Riil

Fatahillah menambahkan, aktivitas di sektor riil memberikan dampak yang lebih nyata karena melibatkan proses produksi, distribusi, hingga transaksi langsung di masyarakat. Hal ini berbeda dengan investasi di pasar modal yang manfaatnya cenderung tidak kasat mata bagi ekonomi lokal.

“Secara ekonomi dampaknya lebih terlihat. Ada proses belanja, transaksi, produksi, semuanya berjalan dan manfaatnya langsung dirasakan,” katanya.

Pasar Modal Tetap Jadi Instrumen, Tapi Butuh Pemahaman Risiko

Meski mendorong sektor riil, pengusaha muda ini tidak menampik bahwa pasar modal tetap bisa menjadi instrumen investasi. Namun, ia mengingatkan agar masyarakat memahami profil risiko dan tujuan keuangan sebelum mengambil keputusan.

“Semua ada risikonya. Kalau bermain di pasar modal tentu harus melihat portofolio dan memahami risikonya. Tapi bagi saya, membangun usaha adalah pilihan hidup,” pungkasnya.

Fatahillah berharap semakin banyak anak muda di NTB yang berani memulai usaha sendiri. Menurutnya, semakin banyak pelaku usaha baru, semakin besar peluang menekan angka pengangguran dan memperkuat ekonomi daerah.

Reporter: Khoirul Anwar
Sumber: suarantb.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top