KOTA BIMA — Otoritas penyelenggara haji memastikan seluruh rombongan jamaah calon haji (JCH) asal Kota Bima tahun 2026 telah tuntas diberangkatkan. Kepala Kemenhaj Kota Bima, H. Eka Iskandar, M.Si mengonfirmasi bahwa total 221 jamaah kini sudah dalam perjalanan dan sebagian telah tiba di Madinah.
Proses pemberangkatan terakhir dilakukan pada Jumat (8/5/2026) dini hari untuk jamaah yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) 13. Petugas mulai memproses dokumen dan kesiapan jamaah sejak pukul 03.00 Wita sebelum akhirnya diberangkatkan menggunakan bus menuju bandara.
Berbeda dengan kloter sebelumnya, Kloter 13 merupakan gabungan jamaah dari tiga wilayah di Nusa Tenggara Barat. Selain dari Kota Bima, rombongan ini diisi oleh jamaah asal Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Lombok Utara.
Rombongan bus yang membawa jamaah bertolak dari titik kumpul pada pukul 07.30 Wita. Setelah tiba di Bandara Internasional Lombok, para tamu Allah ini langsung bersiap untuk terbang menggunakan pesawat yang dijadwalkan lepas landas pukul 09.45 Wita dengan tujuan langsung ke Jeddah.
“Alhamdulillah kami telah melaksanakan tugas untuk mengantar jamaah haji Kloter 11 yang saat ini sudah berada di Madinah. Tadi pagi, Jumat (8/5/2026) mulai pukul 03.00 Wita kami kembali memproses jamaah haji untuk Kloter 13,” ujar H. Eka Iskandar saat dihubungi pada Jumat (8/5/2026).
Hingga saat keberangkatan, tim medis memastikan seluruh jamaah dalam keadaan sehat dan layak terbang. Hal ini menjadi perhatian utama mengingat rangkaian ibadah haji di Tanah Suci akan menguras fisik yang cukup besar.
Eka Iskandar menekankan pentingnya kedisiplinan jamaah selama berada di Arab Saudi. Ia meminta seluruh jamaah untuk tidak mengabaikan instruksi dari petugas pendamping yang telah ditunjuk oleh pemerintah.
“Kami berharap seluruh jamaah selalu sehat, mematuhi arahan petugas, dan semoga menjadi haji yang mabrur,” kata Eka.
Dengan diberangkatkannya Kloter 13, maka seluruh fase pemberangkatan jamaah haji asal Kota Bima untuk musim haji tahun ini dinyatakan selesai. Fokus petugas kini beralih pada pemantauan kondisi jamaah selama menjalankan rukun dan wajib haji di Tanah Suci.