MATARAM — Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Mochamad Irfan Yusuf memastikan seluruh proses pelayanan bagi calon jemaah haji di Embarkasi Lombok berjalan sesuai standar. Didampingi Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, ia memantau langsung kesiapan petugas, fasilitas kesehatan, hingga dapur umum.
Dalam kunjungan tersebut, Gus Irfan memberikan perhatian khusus pada aspek kesehatan jemaah. Ia meminta tim medis tetap objektif dan ketat dalam menentukan status kelaikan terbang jemaah demi keselamatan selama menjalankan ibadah di Arab Saudi.
Irfan menegaskan bahwa keputusan tenaga kesehatan mengenai kondisi fisik jemaah bersifat final. Menurutnya, aspek istitha’ah atau kemampuan fisik merupakan syarat mutlak yang tidak bisa ditawar dalam penyelenggaraan haji tahun ini.
"Kita mendukung teman-teman kesehatan yang sangat ketat memastikan kelayakan calon jemaah untuk terbang atau tidak. Kalau memang tidak layak terbang, saya mendukung keputusan tenaga kesehatan karena mereka yang paling tahu situasinya," ujar Irfan kepada wartawan di Asrama Haji Mataram.
Dukungan serupa datang dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) NTB, Lalu Muhamad Amin. Pihaknya menyatakan bahwa instruksi menteri terkait skrining kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) akan dijalankan sepenuhnya di tingkat daerah.
Selain aspek medis, rombongan juga mengecek kualitas konsumsi yang disediakan dapur embarkasi. Gus Irfan mencicipi langsung sejumlah menu, mulai dari makanan ringan hingga lauk pauk utama untuk memastikan cita rasa dan kelayakannya bagi jemaah.
Salah satu momen menarik terjadi saat menteri mencicipi menu sambal udang. Ia memberikan catatan khusus mengenai tingkat kepedasan makanan yang disajikan kepada petugas konsumsi di lokasi.
"Ini pedas ya, apa tidak apa-apa bagi jemaah," ucapnya sembari berdiskusi dengan tim penyedia makanan.
Secara keseluruhan, pelayanan di Embarkasi Lombok dinilai telah berjalan sesuai rencana meski terdapat beberapa kendala teknis kecil di lapangan. Sebelum meninggalkan asrama, Gus Irfan menyempatkan diri berdialog dengan sejumlah jemaah lanjut usia untuk memberikan motivasi menjelang keberangkatan mereka ke Tanah Suci.